1. Perut Buncit
Ukuran kelihatannya betul-betul punya pengaruh dalam jalinan sex. Menurut riset dari The Journal of Sexual Medicine di th. 2010, makin besar perut seseorang pria jadi kwalitas seksualnya juga makin baik. Pria dengan berat tubuh berlebihan bisa bertahan sampai rata-rata 7. 3 menit. Beberapa peneliti mengungkap kalau makin banyak lemak di perut bermakna makin banyak juga kandungan estradiol pada badan pria.
2. Disunat waktu Dewasa
Menurut studi dari jurnal Adult Urology, pria yang disunat ketika dewasa terhitung lebih lama untuk ejakulasi. Tetapi, hal semacam ini bisa dikelompokkan jadi satu keuntungan karna beberapa hal yang berbau 'tahan lebih lama' seringkali dikira jadi hal positif, walau sebenarnya dalam medis malah dikira kurang baik bila lama berejakulasi.
3. Latihan Basic Panggul
Pada studi yang dikerjakan oleh European Congress of Urology in Stokholm, sebagian pria berumur 19-46 th. dengan saat ejakulasi rata-rata 31. 7 detik, lakukan latihan basic di bagian panggul sepanjang 12 minggu. Akhirnya yaitu 33 dari 40 pria sukses tingkatkan saat ejakulasi mereka. Kursus itu bikin rata-ratanya jadi naik sampai meraih 146. 2 detik atau nyaris empat kali lebih lama dari mulanya.
4. Diet Vegetarian
Terkecuali kuat dalam pendirian tidak untuk konsumsi daging-dagingan, beberapa vegetarian nyatanya kuat juga dalam sisi jalinan intim. Satu tes tunjukkan kalau vegetarian mempunyai stamina 2 x lipat dari pada yg tidak. Hal semacam ini tidak lain dikarenakan oleh kandungan dalam konsumsi makanan mereka. Diet vegan yang banyak konsumsi buah bisa hasilkan daya yang lebih tahan lama untuk bercinta. Misalnya, dalam buah pisang banyak terkandung potasium, satu nutrisi yang menolong menghasilkan hormon sex serta tingkatkan daya.
5. Viagra
Pil biru ini bukan sekedar ampuh untuk menangani disfungsi ereksi, tetapi dapat juga tingkatkan performa seksual untuk pria. Pil ajaib yang memiliki kandungan inhibitor phosphodiesterase type 5 ini menolong pria untuk bertahan lama sebelumnya meraih orgasme, menurut riset di th. 2012 dalam Journal of Sexual Medicine.
No comments:
Post a Comment